kelam malam

24 01 2013

ingin titipkan pada malam…

untuk semua kelam yang pernah tersulam

ketika jatuh dan jatuh hingga palung dalam

lalu pasrah pada deras hujan yang dendam menendam

……..(mencari semua yang mampu meredam)





separuh waktu

10 06 2010

Menyambut sunyi
Yang kian menjadi……
Menunggu sepi
Yang telah menepi…..

Tak harus bersama di ujung keindahan
Tak mesti terhimpun diruang keriangan

Sedang ingin sendiri….
Menikmati sepi
……………





Lama…kemana..

2 10 2009

Lama….kemana berhembus…

lama….dimana bersembunyi…

melupakan sebentuk ruang





Seperti Lelaki Renta

8 03 2009

Seperti lelaki renta berjalan pulang
Mencari rumah dan halamannya
Bertanya pada pepohon
Yang semakin kuning diterpa
Pucat cahaya sore…
Menggali kembali ladang ingatannya
Menyelam kembali lautan memorinya

Seperti lelaki renta berjalan pulang
Mencari rumah dan halamannya
Yang sesengguhnya tak pernah
Ia tinggalkan…

(dari Puisi-puisi tak berbingkai)





Bimbang

18 02 2009

Menemukan wajah pagi
Saat mentari telah jauh mendaki
Mendapati mekar bunga
Pada padang di musim belukar
Terbaca riuh di pantai kosong
Dengan sepi ombak menepi

Selami dalam, lautannya hati
Bolakbalik wajahnya keputusan
Ternyata tidak
Ternyata mungkin

Menemukan syair,
Saat puisi tertutup

(dari kumpulan ‘puisi-puisi tak berbingkai’)





Ending

7 02 2009

Sesempurna apapun Persiapan untuk sebuah perpisahan

Sebentuk apapun rasa yang Dijaga pada sebuah persimpangan

Selalu saja terasa Tak utuh ruang yang dilapangkan
…..
Selalu saja ada sewujud kehilangan
Yang menyergap Menyandera batin
Deras mengaliri loronglorong
Menerjang hancur
Runtuh kepingkeping bening
Kaca sepasang jendela

(dari buku Kumpulan Puisi-Puisi Tak Berbingkai)





Apakabar ? Dimanapun

23 01 2009

Telah ku cari di setiap sudut penjuru pulau
Telah ku datangi pada semua tepian sungai
Pada tempattempat yang mungkin pernah kau singgahi dan berteduh
Pada dermagadermaga yang bisa jadi pernah kau labuhkan sauhmu

belum
tidak juga kutemukan…

Padahal pada setiap senja dengan unggasunggas yang terbang pulang
selalu ku paksakan hening, barang kali ada tercecer tentang mu dari celotehceloteh
Juga di selalu tujuan angin berhembus yang menembus malam dan gelap
kan kupastikan kupasangkan perangkap, siapa tahu dapat menangkap ‘mu’
meski hanya sebatas kabar…

‘ buat sahabatsabahatku yang entah dimana….,
Semoga di suatu titik waktu, pada sebuah koordinat ruang, garisgaris bersinggungan’